Ketika aku
menitihkan air mata, bukan berarti aku adalah gadis lemah yang tak mampu lagi
tersenyum ...
Bukan
berarti aku mohon belas kasihan dari orang* disekitarku ...
Atau aku yang lagi cari* perhatian ...
Atau aku yang lagi cari* perhatian ...
Tapi aku
tetaplah manusia ...
Yang masih
bisa menangis dan terluka ...
Dan ketika
air mata itu tlah jatuh basahi pipiku, bukan berarti aku tak pernah berusaha
untuk menahanya ...
Tapi karena
aku telah capek berpura* kuat ...
Karena aku
tak mampu lagi menahan kesedihanku ...
Tak mampu lagi
membendung air mata yang tengah jatuh ...
Pertahananku
telah roboh ...
Dan
senyumku kian memudar ...
Air mata
pun mengalir dengan indahnya ...
Aku
yang selama ini mencoba kuat ...
Menahan
segala macan hantaman liku kehidupan ...
Berdiri
tegar seolah aku batu karang di tengah lautan ...
Layaknya
batuan yang bisa rapuh seiring jalanya sang waktu ...
Tak mampu
bertahan dalam pertahananya melawan derasnya deburan obak di tengah lautan ...
Begitu pun
aku, yang hanya gadis kecil dengan seribu kekurangan ...
Ketika
mencoba untuk menutupi segala gundahku ..
Namun ada
saat dimana aku terjatuh lemah dan tak mampu lagi bangkit bahkan berjalan
sendiri ...
Bibir pun
seolah bisu tak berucap, diam seribu bahasa ...
Inilah aku
saat memikul beban berat perjalanan hidupku ...
Sendiri
tanpa siapapun memahami ...
Hanya aku
dan air mataku ...
handaa's diary


0 komentar:
Posting Komentar